Peran Konsultan Manajemen dalam Pengembangan Bisnis

Latar Belakang
Sejak peristiwa krisis moneter yang dimulai pada tahun 1997, krisis keuangan di Amerika Serikat pada tahun 2008, serta krisis Ekonomi Global yang dimulai pada pertengahan tahun 2010. Banyak perusahaan yang mengalami keterpurukan hingga pada akhirnya “gulung tikar”. Selama maupun pasca peristiwa diatas berlangsung, banyak perusahaan  di Indonesia yang mengalami keterpurukan mencoba menyusun kembali strategi untuk bangkit dari keterpurukan. Bahkan perusahaan yang tidak terkena dampak dari peristiwa diatas tengah menyusun berbagai strategi untuk terus eksis, tumbuh dan berkembang.

Banyaknya perusahaan yang ingin bangkit dari keterpurukan maupun yang sedang mengembangkan diri untuk menyongsong era persaingan yang diperkirakan makin ketat memerlukan beberapa “sentuhan” dari berbagai segi manajemen. Akan tetapi adanya keterbatasan resource yang dimiliki lingkungan internal perusahaan membuat perusahaan menjadi sulit untuk bangkit dan lebih berkembang.

Konsultan adalah jasa penasehat yang independen dan profesional yang membantu suatu manajer atau organisasi untuk mencapai maksud dan tujuan organisasi melalui solusi pada masalah manajemen & bisnis, identifikasi & pengukuran peluang baru, pembelajaran dan implementasi perubahan.

Douglas Ray berpendapat bahwa konsultan adalah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu dan memberi opini dari satu sudut pandang, dimana opininya tersebut dibayarkan sebagai biaya. Opini atau saran tersebut dibuat secara eksklusif untuk klien yang dapat berupa rangkuman, analisa, rekomendasi, dan implementasi. Sedangkan Sally Garratt berpendapat bahwa konsultan adalah seseorang tempat orang lain dalam meminta saran, mencari pedoman, meminta keterangan atau informasi. Dalam hal ini seseorang tersebut berada diluar kelompok kerja atau organisasi, seseorang yang akan bekerjasama dan mendiskusikan berbagai macam isu yang berkaitan dengan bisnis.

Jasa Konsultan Manajemen
Jasa konsultan manajemen merupakan salah satu peluang dari lingkungan eksternal perusahaan untuk dapat menjadi alternatif unbtuk bangkit dari keterpurukan maupun pengembangan bisnis. Jasa konsultan manajemen dilirik banyak perusahaan pasalnya  banyak perusahaan yang sedang mengembangkan diri untuk menyongsong era persaingan yang diperkirakan makin ketat membutuhkan banyak “sentuhan” dari berbagai bidang manajemen. Konsultan manajemen merupakan second opinion, sehingga keputusan tetap diambil klien/perusahaan. Sehingga Seorang konsultan harus mampu memberikan value added terbaik untuk klien. Di dalam memberikan value added modal pengalaman saja tidak cukup, tetapi diperlukan pula kompetensi yang memadai. Sehingga konsultan manajemen dapat diibaratkan seorang dokter, yang memberikan takaran obat yang berbeda pada setiap pasien meski berpenyakit sama sekalipun.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan jaman, sekarang ini banyak orang yang menyebut dirinya konsultan manajemen, padahal hanya seorang speaker atau teacher. Bahkan tidak sedikit perusahaan/klien yang tidak mengerti fungsi konsultan. Sehingga sekarang ini tidak ada bedanya antara speaker, lector, seminator, dan konsultan.  Padahal jika kita telaah, untuk menjadi konsultan manajemen yang memberikan advise kepada klien, Seorang konsultan dituntut untuk dapat pula menjadi mentor, serta mengawasi pengimplemetasian strategi  dari awal hingga akhir.

Ada beberapa bidang bisnis yang dapat dibantu oleh konsultan manajemen dalam suatu pengembangan bisnis kepada suatu perusahaan, antara lain :
1. Pemasaran
2. Keuangan dan Akuntansi.
3. Pajak
4. Hukum
5. Teknologi Informasi ( TI )
6. Sumber Daya Manusia 
7. Produksi dan Operasi
8. Dan lain-lain

Tentunya untuk menjadi konsultan manajemen dibutuhkan beberapa hal yang dapat membuat perusahaan tertarik, hal-hal tersebut antara lain :

a. Track record
Menyangkut nama, pengalaman dan reputasi, wajarlah bila kita ingin bisnis kita dapat bangkit dari keterpurukan maupun terus eksis dan berkembang lebih memilih konsultan manajemen yang sudah teruji reputasinya di dalam kesuksesan dalam menangani klien-klien sebelumnya.

b. Metodologi
Setidaknya perlu dicermati apakah metode maupun solusi yang ditawarkan tersebut dapat membuat perusahaan berhasil atau tidak. Jangan sampai konsultan manajemen hanya sekedar memberikan  solusi standar sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi mubazir.

c. Menjaga Rahasia Klien
Selama bekerja dengan klien, tentunya banyak rahasia-rahasia dari klien yang diketahui oleh para konsultan manajemen. Tentunya para klien sangat mengharapkan rahasia yang dketahui para konsultan manajemen tidak disebarkan kepada pihak lain, terutama rival utama mereka. Maka komitmen professional dan  menjaga rahasia klien dari para konsultan manajemen diuji.

Prospek Peran Konsultan Manajemen
Peluang bisnis di bidang konsultan manajemen sangat besar di Indonesia, banyak perusahaan yang rela merogoh kocek lebih dalam, hanya sekedar untuk mendapatkan rekomendasi dari konsultan manajemen sebagai juru selamat. Akan tetapi banyak pula perusahaan menengah dan perusahaan kecil yang banyak disebut dengan UKM, jarang dan bahkan tidak pernah  menggunakan jasa konsultan. banyak UKM di indonesia yang menjalankan usahanya berdasarkan insting atau naluri bisnis semata, tanpa mempertimbangkan perkembangaan bisnis melalui riset dan pengembangan pasar.

Salah satu anggapan dari para pelaku UKM di Indonesia mengenai konsultan manajemen adalah biaya yang mahal. Padahal dalam pengembangan perusahaan, biaya dapat dikatakan sebagai suatu investasi.

a. Agar tidak salah dalam memilih perusahaan konsultan, para klien harus benar-benar menetahui dan paham kebutuhan spesifik dalam menggunakan jasa konsultan.
b. Sebelum menentukan pilihan terhadap jasa konsultan manajemen, perusahaan harus mengetahui bujet yang dimilikinya.
c. Mengukur hasil kerja konsultan melalui monitoring, karena mengukur kinerja konsultan tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga perlu dilakukan monitoring terus menerus sehingga apa yang dibutuhkan klien dan apa yang diberikan konsultan dapat sinkron.

Akan tetapi  Budi W. Soetjipto pengamat manajemen dari Lembaga Manajemen Universitas Indonesia, bahwa dua faktor utama yang selama ini dilihat dalam memilih jasa konsultan adalah nama dan reputasi. Namun, menurut Budi, bahwa kedua faktor tersebut tidaklah cukup, untuk menilai kinerja sebuah konsultan secara keseluruhan. Agar tidak salah dalam memilih perusahaan konsultan, para klien harus benar-benar menetahui dan paham kebutuhan spesifik dalam menggunakan jasa konsultan.

Faktor lain adalah faktor track record  dan sejarah metodologi yang ditawarkan, setidaknya perlu dicermati apakah metode tersebut dapat membuat berhasil atau tidak.  

Douglas Ray berpendapat bahwa konsultan adalah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu dan memberi opini dari satu sudut pandang, dimana opininya tersebut dibayarkan sebagai biaya. Opini atau saran tersebut dibuat secara eksklusif untuk klien yang dapat berupa rangkuman, analisa, rekomendasi, dan implementasi.

Sally Garratt berpendapat bahwa konsultan adalah seseorang tempat orang lain dalam meminta saran, mencari pedoman, meminta keterangan atau informasi. Dalam hal ini seseorang tersebut berada diluar kelompok kerja atau organisasi, seseorang yang akan bekerjasama dan mendiskusikan berbagai macam isu yang berkaitan dengan bisnis.

Hermawan Kartajaya banyak orang yang menyebut dirinya konsultan, padahal hanya seorang speaker atau teacher. Bahkan tidak sedikit perusahaan/klien yang tidak mengerti fungsi konsultan. Sehingga sekarang ini tidak ada bedanya antara speaker, lector, seminator, dan konsultan.   Bahkan untuk level tingkatan kemampuan konsultan sendiri antara lain : Support staff, researcher, junior consultant, consultant, senior consultant, dan partner.

Konsultan tak ubahnya seorang dokter, yang memberikan takaran obat yang berbeda pada setiap pasien meski berpenyakit sama sekalipun. Dengan demikian, sudah saatnya konsumen semakin mengetahui dirinya sendiri karena konsumen yang demikian di mata konsultan akan menjadi sparing partner yang sejajar dan seimbang.

 

Penetapan Tujuan Dalam Perencanaan Karir

Sukses dalam karir pasti menjadi impian setiap orang. Tapi untuk mencapainya, ada beberapa cara yang perlu Anda perhatikan. Salah satunya menetapkan tujuan dalam perencanaan karir.

karena tujuan karir itu sendiri adalah sesuatu yang ingin dicapai seseorang di masa depan sebagai tolok ukur keberhasilan karirnya.

Berikut ini beberapa cara menetapkan tujuan dalam perencanaan karir

1. Tetapkan tujuan jangka panjang
Jika Anda merupakan tipe orang yang ‘mengikuti arus’ atau menjalani sesuatu apa yang ada saat ini, artinya sekarang harus segera diubah. Anda perlu memiliki strategi atau perencanaan dalam mengembangkan karir. Salah satunya dengan menetapkan tujuan jangka panjang. Hal tersebut untuk membantu Anda mempunyai gambaran mengenai karir Anda nantinya.

2. Tetapkan tujuan jangka pendek
Anda juga perlu tetapkan tujuan untuk jangka pendek. Tujuan ini yang harus dapat dicapai dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun ke depan. Tujuan jangka pendek merupakan dasar-dasar contoh tujuan karir yang Anda ikuti untuk membantu Anda dalam cara yang kecil.

Agar kedua tujuan tersebut dapat tercapai, lanjutkan dengan beberapa kriteria berikut.

3. Dibayangkan
Tidak hanya sekadar dibayangkan, tapi Anda harus bisa membuat tujuan karir tersebut ke dalam kata-kata.

4. Tercapai
Buat perencanaan tentang bagaimana Anda harus mencapai tujuan tersebut. Buat perencanaan dalam langkah-langkah sederhana, baru kemudian lakukan satu-persatu.

5. Percaya
Percayalah bahwa Anda dapat mencapai tujuan yang sudah ditentukan tersebut. Keyakinan yang Anda miliki bisa membantu Anda dalam melaksanakan perencanaan karir.

6. Meraihnya dalam waktu tertentu
Tentukan waktu atau berapa lama Anda akan melaksanakan perencanaan karir tersebut. Anda harus mampu menyatakan berapa lama bisa meraih tujuan yang ingin dicapai.

Setelah mendefinisikan dengan baik tujuan jangka panjang dan jangka pendek, Anda dapat terus mengembangkan rencana karir. Rencana karir akan menampilkan semua tujuan Anda dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menjangkaunya. Jika tujuan sudah memenuhi kriteria yang tercantum, maka akan lebih mudah untuk berhasil mencapainya.